Surat Cinta Kapten Bhirawa

Thursday, June 13, 2013
"Pagi Rere, bajunya pink nih kembaran yah dengan surat cintanya" kata Lulu ketika menghampiri kubikal kecil Rere."Surat cinta? Dari siapa? Ngaco deh kamu, Lu. Hari gini mana ada surat cinta" balasnya."Iyah Re, tadi aku yang nerima surat itu kok, ini surat cinta berwarna pinknya" Lulu menyodorkan sebuah amplop kecil berwarna pink kepadaku kemudian berlalu. Rere mengambil surat dari tangan Lulu. Tidak ada nama pengirim yang tertera di sampul surat berwarna pink itu. Hanya ada kata: Surabaya di sisi belakangnya.

http://i.istockimg.com/file_thumbview_approve/20738344/2/stock-photo-20738344-envelope.jpg
terimakasih
 
Rere, 

Kamis depan kapal kami akan merapat di Tanjung Priok, tunggu aku yah.

Salam,
Bhirawa

Dialah Kapten Bhirawa teman lama Rere yang dikenalnya sejak SD. Teman sepermainan, tetangga kompleks yang selalu memberikan perhatian lebih ke Rere meskipun Rere tidak pernah membalasnya karena Rere hanya menganggap Bhirawa adalah Kakak laki-laki yang tak pernah dimilikinya, sosok pelindung bagi Rere yang tidak ingin dirubahnya menjadi hubungan cinta. Bhirawa yang selalu melindungi Rere ketika anak-anak kelas menjahilinya, selalu ada untuk Rere, mendengarkan dengan setia segala cerita Rere. Hingga hari ini pun Bhirawa tetap menjadi orang nomor satu yang tahu segala hal tentang Rere, termasuk kisah cinta Rere yang baru saja kandas. Enam bulan yang lalu Rere telah putus dari pacarnya karena si mantan pacar ketahuan selingkuh dengan sahabat Rere sendiri. Meskipun terpisah jarak, tetapi Bhirawa-lah yang tetap menjadi pelarian Rere untuk berkeluh kesah dan Bhirawa pulalah yang berhasil menenangkan hati Rere. Belakangan hubungan Rere dan Bhirawa semakin dekat, dan sepertinya gayung bersambut untuk Bhirawa. Kesabaran dan kesetiaannya selama ini membuat hati Rere sadar bahwa dia tidak perlu mencari orang yang betul-betul menyayanginya dengan tulus, sikap dan segala perhatian Bhirawa sudah bisa menjawab semua. Dan Rere bertekad untuk memberitahukan perasaannya terhadap Bhirawa saat ini.

Baru kali ini Bhirawa mengirimkan kabar ke Rere mengenai kedatangannya melalui surat, biasanya Bhirawa cukup mengirimkan SMS pada Rere jika dia ingin kembali ke Jakarta. Tidak biasanya pula handphone Bhirawa tidak aktif sepanjang perjalanan, ini membuat Rere menjadi cemas. Rabu pagi Rere mendapat kabar dari keluarga Bhirawa bahwa kapal yang dinahkodai oleh Bhirawa mengalami kecelakaan dan dipastikan bahwa seluruh isinya tidak bisa diselamatkan. Pihak keluarga sedang menunggu jasad Bhirawa yang akan segera diantarkan ke rumah duka. Hati Rere hancur seketika, dia tidak mempercayai semua ini. Sehari lagi mereka akan bertemu, sehari lagi kesempatan Rere untuk mengungkapkan segalanya, Rere sudah menyiapkan kejutan indah untuk Bhirawa tetapi semua berubah seketika. Kini lautan kesedihan yang dirasakan oleh Rere. Diambilnya kembali surat bersampul pink dari Bhirawa, dikecupnya dan dengan lirih Rere berkata "aku sayang kamu, Bhirawa. Bagiku ini adalah surat cinta terindah yang pernah ada, selamat jalan Bhirawa, kau akan selalu ada dihatiku, sampai kapanpun takkan terganti".


 ***********

5 comments

June 13, 2013 at 3:51 AM

Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam Kontes Flash Fiction Senandung Cinta.

Ikuti juga Kontes Unggulan Blog Review Saling Berhadapan di BlogCamp (http://abdulcholik.com)

Salam hangat dari Surabaya

June 18, 2013 at 8:36 AM

Wah, aku belum pernah bikin flash fiction. Kapan2 pengen nyoba bikin ah, hehe....

Bwt, semoga sukses, ya! :)

June 18, 2013 at 8:35 PM

Wow ceritanya sedih sekali... Jadi surat cinta pink itu semacam firasat ya?
Gudlak ya untuk kontesnya.

June 25, 2013 at 3:19 AM

Wahhh..ikutan juga :)

July 20, 2013 at 3:55 PM

Wah kapten Bhirawanya melow juga yah pake amplop warna pink hehe..sukses yah untuk lombanya :D
btw bagian komennta belum dibuka buat semua yah..jd yg pake domain berbayar gak bisa koment, jadiaku pake akun google alias blogspot hehe
*salam ronalblog.com

Post a Comment