2 Soto Koya

Saturday, January 28, 2012

Hujan masih terus mengguyur tempat ini, siraman air dari langit itu sepertinya masih betah tuk terus membasahi bumi. Mungkin sebagai balasan karena sudah beberapa bulan terakhir tempat ini tidak mendapat tetesan dari langit, malah sudah ada beberapa tempat yang pecah-pecah karena kekeringan.

Perutku terasa keroncongan, wajar saja siang tadi aku tidak beranjak dari kubikal mungilku karena harus menyelesaikan deadline tulisan yang harus disetor ke editor. Tapi semuanya sudah beres sekarang, tulisan itu sudah bertengger manis di ruang editor. Yipiiie kerjaanku sudah selesai untuk hari ini. 10 menit lagi waktu pulang.

Udara dingin karena hujan ini semakin membuatku lapar. "Makanan yang hangat dan berkuah pasti nikmat untuk sore yang hujan ini" gumamku perlahan setelah mengambil tas di lokerku. "Semoga warung Bu Mar gak penuh sore ini" pintaku dalam hati sambil terus melagkahkan kaki ke lobby.

"Selamat sore Neng, baru pulang yah?" Sapa Si Pemilik warung, seorang Ibu setengah baya yang selalu ramah pada semua pengunjungnya.
"Ibu perhatikan Neng kesini sendiri terus? Mana nih Abangnya, kok gak pernah bareng lagi?" Tanyanya lagi sebelum aku sempat menjawab pertanyaan sebelumnya.

"Sore Bu, kabar baik. Ibu sehat juga kan?" Menjawab sapaannya tadi dan menanyakan kabar dia tanpa harus menjawab pertanyaannya yang terakhir.

"Ibu baik juga kok Neng, Alhamdulillah. Terus, kok gak bareng Abang sih Neng? Ibu senang loh lihat Neng ama Abangnya itu, kompak dan cocok banget gituuu" Godanya lagi.

"Heheheh. Hmmm Abangnya.. Abangnya ada kok Bu tapi kayaknya lagi sibuk" Jawabku pelan padahal aku sendiri tidak tahu kamu sekarang ada dimana dan lagi ngapaian, kamu menghilang tanpa pernah memberi kabar berita.

"Pesan seperti yang biasa ya Bu. Kuahnya dibanyakin dikit, dagingnya juga ya Bu. Laper nih Bu, gak sempat makan siang tadi" Pintaku.

"Oke, tunggu bentar ya Neng" Balasnya

"Siiip Bu, makasih ya" Jawabku. Sambil menunggu aku mencoba membunuh waktu dengan mengecek timeline twitter, dari tadi belum sempat ngetweet.

15 menit berlalu tapi pesananku masih belum muncul tidak biasanya si Ibu seperti ini, warungnya tidak begitu ramai tapi kenapa sampai sekarang pesananku belum muncul juga. Biasanya sepadat apapun warungnya dalam sekejap pesananku sudah siap tersedia. "Ada apa gerangan dengan si Ibu ya?" Tanyaku dalam hati sambil terus balas-balas mention dari teman-teman.

Tiba-tiba aku jadi kepikiran kalimat si Ibu tadi, dia senang ngelihat kita - kamu jalan bareng aku yang dulu jadi langganan setia warung ini hampir tiap sore sepulang kantor. "Ahhh kamu sebenarnya dimana sih? Kok menghilang tanpa kabar berita gini?" Tanyaku dalam hati.

------------------

"Soto koya pesanannya Mbak, maap udah buat Mbak lama nunggu" Pelan membuyarkan lamunanku

"Oh iya Mas, tidak apa-apa kok. Terimakasih ya" Jawabku sambil meraih mangkuk yang masih mengepulkan asap panas

"Masih suka menu seperti yang dulu ya Mbak? Ini Mbak saya tambah bawang goreng dan jeruknya ya" Menawarkan

Aku cuma mengangguk pelan. "Kayaknya dulu si Ibu tidak pernah punya pelayan cowok deh. Kok sekarang ada? Dan kenapa juga kata-katanya seperti sudah lama mengenalku? Dan kenapa juga dia masih setia berdiri disitu tidak langsung ke dapur untuk menemani si Ibu?" sambil mengingat dan tanyaku pada diri sendiri.

"Mas" Panggilku

"Ii..iiya Mbak. Ada yang bisa saya bantu?" Tanyamu pelan

"Sejak kapan kerja ama Ibu? Kayaknya dulu gak ada karyawan cowok? Saya dulu gak pernah lihat Mas soalnya, tapi kok serpertinya Mas udah tahu tentang kebiasaan makan saya disini"? Tanyaku lagi

"Ooo..ooh iyah, anu, itu Mbak.. Hmm Ibu yang bilang ke saya?" Ucapmu sambil tunduk dan memperbaiki letak topimu

"Ohh gitu" Jawabku "Hm, tapi tapi masa sih Mas?" Aku sudah mulai curiga sepertinya ada yang gak benar ini. Si Ibu tadi juga tidak kelihatan sejak tadi. Biasanya dia sering hilir mudik sambil bercerita.

"Iyah Mbak, bener. Saya baru kok disini" Jawabmu lagi

"Oke, saya sudah selesai Mas. Si Ibu mana ya?" Sambil mengendarkan pandangan mencari sang pemilik warung.

Sebenarnya saya sudah merasakan ada sesuatu yang berbeda sejak pertama masuk kesini. Sebelum masuk tadi aku sempat melihat si Ibu tadi ngobrol ma seseorang dan sembari melihat ke arahku. Seperti membicarakan sesuatu dan di awal tadi gak seperti biasanya si Ibu jadi salting gitu menyapa aku.

"Mas, Mas ini sebenarnya siapa ya? Kayak pernah kenal sebelumnya. Mas, boleh buka topinya bentar gak. Bentaaaarrr aja Mas" pintaku pelan.

Kamu malah makin menunduk dan itu membuatku makin penasaran.

"Sore Ranti" Sapamu

"Haaaahh, kamu?" Aku terkejut melihat kamu seakan tidak percaya bisa melihat kamu lagi.

"Dari mana aja kamu selama ini? Kenapa menghilang tanpa kabar? Sadar gak sih sikap kamu itu sudah nyiksa aku banget?" Cecarku tanpa memberimu kesempatan bicara.

"Maaf Ranti, aku cuma... Aku cuma, ah sudahlah ceritanya panjang. Yang jelas aku udah disini lagi, aku janji deh gak bakalan ninggalin kamu lagi" Katamu.

"Mau kan nemenin aku makan menu favorite kita lagi, Soto Koya. Aku tahu kok kamu pasti tadi tidak menikmati semangkuk pesananmu tadi karena aku terus berdiri di belakang kamu. Kamu lapar kan? Kamu juga tadi gak makan siang kan? Mau yah nemenin aku?" Pintamu manja.

"Yaudah, Oke. Tapi janji gak akan pergi lagi ya!" Ancamku.

"Siiip, beress Tuan Putri" Sambil mengedipkan mata padaku.

"Bu, Soto Koyanya dua mangkuk lagi ya. Seperti Biasa ya Bu" Ucapmu dan aku berbarengan ke Bu Mar yang disambut dengan acungan dua jempol dari Ibu Pemilik warung yang selalu riang itu.


*****************

Request Mbak Wangi nih, maaf ya Mbak jadi kepanjangan gini :D

0 #15HariNgeblogFF Super Duper Deh!

Thursday, January 26, 2012

Yaaahh hari ini hari terakhir permainan #15HariNgeBlogFF yang didalangi Mbak Wangi dan Mas Momo. Hiiikss sedih juga padahal saya baru ikut permainan ini beberapa hari saja, eehh sekarang udah berakhir :(

Karena ini hari terakhir saya jadi pengen menuliskan cerita tentang #15HariMenulisBlogFF versi saya dan sedikit menulis testimoni khusus untuk permainan ini dan kedua admin yang te-ou-pe abiiss pastinya. Testimoni? Aiihh jadi ingat zamannya FS dulu :p

#15HariMenulisBlogFF? Apa tuh? Menulis Blog berbentuk flash fiction atau cerita super pendek selama 15 hari, dalam 15 hari itu admin cantik dan admin cakep memberikan tema berbeda-beda pada para narablog. Tujuan dari #15HariMenulisBlogFF ini untuk mengurangi/menghilangkan efek writer’s atau blogger’s block yang mana penyakit ini pasti pernah singgah di narablog sekalian, entah karena mood yang tiba-tiba rusak atau memang sedang tak ingin saja menulis. Nah para admin ini memberikan solusi yang jitu lohh, ya caranya dengan menulis FF atau Flash Fiction.

Aiihh merasa seru dan tertantang nih, tersentil juga kali tepatnya. Blog WP ini sebenarnya ada sejak tahun 2007 tapi isinya baru seiprit, kebanyakan malah repost dari primary blog saya tahun 2011 kemarin saja tidak ada satu pun postingan yang berhasil terpublish, tidak ada yang tersimpan di draft juga karena kesibukan rutinitas kerja dan juga emang lebih fokus pada primary blog jadi deh blog WP ini seperti rumah tak bertuan #eeaaaahh

So, biar blog ini bisa hidup kembali saya memutuskan untuk mencoba permainan ini. Sekalian belajar ngegalau lewat cerita pendek :D

Awalnya pengen ikutan permainan ini sejak hari ke-5 tapi hari itu saya belum bisa membuatnya, sudah mencoba membuatnya tapi yang ada saya tidak PD wal hasil ceritanya pun saya hapus. Baru deh di hari ke-6 saya mencoba membuatnya lagi dan voila jadi juga walau hasilnya tidak maksimal, yaa namanya juga belajar #membesarkandirisendiri.

Hari selanjutnya, hari ke-7 saya mencoba lagi dan kembali hasilnya saya posting begitupula dengan hari ke-8, kebetulan tema hari itu sepertinya bisa dilanjutkan dengan cerita sebelumnya jadi deh saya membuatnya seperti melanjutkan cerita kemarin, malah jadinya kayak cerbung, heheheh. FYI, saya sampe rela looh balik kantor jam 6 untuk menyelesaikan cerita-cerita itu entah kenapa ide cerita buat menulis itu muncul 10 menit menjelang jam pulang *tepok jidat* but it's OK, demi #15HariMenulisBlogFF :)

Sayangya longweekend kemarin saya tidak bisa ikut karena si lepi kesayangan ngambek gak bisa dipake, padahal udah gregetan banget pengen ikutan *for honest, sepertinya saya mulai terbius dengan virus galau ngeFF ini* xiixix.

Saya tidak punya ide untuk menulis cerita di hari ke-13 tepatnya bingung si Odol mau diapain klo sedang jatuh cinta, heheheh. Di hari ke-14 kemarin sebenarnya saya sudah mulai menulis sedikit tapi lagi-lagi idenya terhenti dan memutuskan untuk menghapusnya.

Hikkss, sedih deh ternyata udah hari ke-15 dan adminnya emang kreatiiif banget buat hari terakhir ini mereka ngasih tantangan untuk menulis dua postingan dengan dua judul berbeda, gleeeekk! Yaah dengan semangat membara saya berhasil lohh menulis cerita ini juga ini. Meskipun semua tulisan saya sangat-sangat standar tapi tidak apalah saya bisa belajar dari tulisan teman-teman yang juga ikut meramaikan #15HariMenulisBlogFF :)

Buat adminnya, thanks banget ya Mbak udah buat permaianan seru ini. Klo gak ada permainan ini saya gak tahu kapan blog ini bisa diupdate lagi. Klo gak ada permainan ini mungkin saya tidak akan berani mencoba untuk menulis cerita pendek seperti ini. Ahh besok saya pasti kangen untuk menulis galau seperti ini lagi. Terimakasih ya Mbak - Mas admin yang kece ;)

Good job buat admin. Disela-sela kesibukan, kalian masih sempat juga mengadakan permainan kata yang seru ini. Thumbs up for both of you!

Terimakasih telah memberikan saya kesempatan untuk gabung dalam permainan ini ^____^

Akhir kata, keep on galau aja kali yaakk?? #eeaaa


Cheers,
Diah

2 Menikahlah Denganku

Lucky - Jason Mraz tiba-tiba mengalun. Kutengok jam diatas meja samping tempat tidurku, 01.30 dini hari artinya baru sekitar 30 menit aku memejamkan mata. Sambil malas-malasan ku raih handphone yang bertengger manis di dekat jam itu, tanpa melihat di display handphone aku sudah tahu siapa si penelpon tengah malam ini, itu memang ringtone khusus untuk kamu - Kutu Loncat - panggilan mesraku untukmu seorang, sahabatku tersayang.

Sambil menguap aku mengangkat telpon "halo, ada apa dengan kamu Kutu loncat, koq tumbennya jam segini nelpon? Kangen aku ya? Ah klasik deh, kan baru dua jam yang lalu kamu nganterin aku pulang. Ada apa Hon? Kamu baik-baik saja kan?" ku buka pembicaraan.

Kamu hanya diam, tidak menjawab dan tidak berkata apa-apa.

"Huiiii, ada apa dengan kamu sih? Koq diem? Tumben kayak gini. Yaudah, aku tidur aja ya. Kamu cuma mau dengar suara ngorok aku aja kali nih?" kataku lagi.

Kamu masih diam tapi samar-samar aku mendengar suara kamu, aku tahu kamu ada disana dan aku pun pura-pura diam saja - mengikuti permainanmu.

5 menit berlalu

.....

....

...

..

.

Dan dengarlah sayangku
Aku mohon kau menikah denganku
Ya hiduplah dengan ku
Berbagi kisah hidup berdua
Habiskan sisa hidup
Menikahlah denganku
Eittts, aku tiba-tiba teringat dengan lagu ini. Lagu dari Glenn Fredly beberapa tahun yang lalu. Tumbennya kamu dengar lagu melow kayak gini. Kamu kan selalu cuek bebek ketika aku bilang ada lagu baru yang keren, ada lagu baru yang sedang in dan bla bla bla... Kata kamu lagu keren itu seperti lagunya Linkin Park, Mick Jagger, atau sedikit melow lagu dari Jason Mraz. Eeeh koq tiba-tiba tengah malam gini kamu denger lagunya Glenn Fredly? Fikirku dalam hati.

"Kutuuuuuuuuuuuuuuuu" teriakku memanggilmu. "Kamu kenapa siihh? Kamu tidak sedang ngigo kan? Kamu baik-baik aja kan disana? Koq tiba-tiba jadi ajaib begini?"

Masih tidak ada jawaban darimu, masih diam dan Glenn Fredly masih terus bernyanyi.

5 menit kemudian barulah suaramu terdengar "Kamu udah dengar lagunya kan Beib, iyah benar kata kamu waktu itu. Lagunya Glenn Fredly emang unyu-unyu yaah! Aku baru sadar dan..." ucapmu gantung

"Dan apaaa?" Tanyaku penasaran

"Lagu tadi sedikit mewakili isi hatiku, Nenek. Sebenarnya sejak tadi aku ingin mengatakannya tapi aku tidak tahu bagaimana caranya. Kamu kan tahu sendiri aku orangnya seperti apa, tidak pandai merangkai puisi indah apalagi menciptakan sebuah lagu khusus untukmu"

"Nek, kamu ngerti kan maksud aku?" Tanyamu perlahan

---- Gleeeekkk ----

Aku cuma terdiam, masih tidak percaya kamu mengungkapkan ini padaku. Kamu sahabatku, yang selama ini tempatku berkeluh kesah. Menceritakan semua unek-unek dan bahkan kamu tahu semua yang ada dihatiku, kepada siapa ingin kuberikan hatiku ini.

"Jadi, maksud kamu?" Tanyaku lagi.

"Iyah, mau kan kamu jadi milikku. Jadi Istirku, jadi Bunda buat anak-anakku nanti. Tidak ada kata pacaran, aku sudah tahu semua tentang kamu, walaupun aku tahu sampai sekarang kamu masih menyukai dia yang telah melukaimu. Tapi aku yakin aku bisa lebih dari dia" pintamu pelan tapi serius.

Tanpa harus bertanya lagi aku yakin kamu sedang serius, aku tahu kamu tidak pernah main-main untuk hal yang satu ini.


~~~~~~~~~~~~~~~~

Yaaaaahh FF nya berakhir deh. Good job Mbak Wangi dan Mas Momo :)

3 Sah!

"Sah?" terdengar suara Bapak setengah baya itu bertanya ke beberapa orang disekitarnya sesaat setelah kamu melafalkan kalimat sakral itu dengan satu tarikan nafas. Kalimat yang beberapa hari ini kamu hafalkan "takut salah nyebut nama kamu" katamu kemarin saat kita terakhir bertemu setelah sibuk mengurusi segala keperluan ini.

Kala itu aku cuma mencubit lenganmu dengan gemas sambil berkata "emang kamu rencana mau nyebut nama lain yah sampe takut salah gitu?" Tanyaku.

"Bukan begitu Princess, nama kamu kan panjang belum lagi nama Ayah kamu. Aku cuma takut salah aja gitu loohh, Darling" balasmu lagi.

Eh iya juga ya, nama yang diberikan oleh Ayah emang lumayan panjang dan ribet belum lagi nama Beliau. Yah wajar saja kalau kamu berhati-hati, kamu kan juga orang yang perfeksionis. Dan hari ini kalimat yang sakral itu pun telah keluar dari mulutmu dengan satu tarikan nafas, tanpa harus mengulang lagi! Kereeen, kamu memang keren dan selalu bisa ku banggakan.

Serentak orang disekita kita menjawab "Sah" atas pertanyaan yang dilanturkan Bapak setengah baya tadi dan semua orang pun turut mendoakan untuk kebahagiaan kita.

Terlihat jelas rona mukamu yang bahagia dan kecemasan yang sedari tadi kamu sembunyikan terhapus sudah berubah menjadi rona merah bahagia. Aku telah sah menjadi milikmu dan aku pun telah sah memilikimu. Ingin rasanya lompat karena terlalu bahagia, rasanya baru kemarin aku mengenalmu dan hari ini kata "Sah" itu telah terucap menandakan kita telah resmi saling memiliki.

Ditengah kebahagian itu...

Buuuuuuukkk!!

"Aooooooo" rintihku pelan, aku terjatuh dari tempat tidur. Ternyata semua itu hanya mimpi, aku belum sah jadi milikmu. Aku terlalu bahagia dan sekaligus cemas menghadapi hari esok, takut semua tidak berjalan seperti rencana kita. Tapi aku yakin dengan kesungguhanmu padaku, aku akan bersabar hingga esok tiba, sehari lagi - iyah sehari lagi kita akan sah untuk benar-benar saling memiliki.


~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Ikut lagi setelah beberapa hari ini absen, yaaahh hari ini hari terakhir FF nya. 292 kata untuk sore ini :)

13 Inilah Aku Tanpamu

Friday, January 20, 2012

Aku masih setia menunggumu, masih sama seperti yang dulu. Rasa ini masih sama, masih untukmu - Bintang.

Malam ini aku berdiri di balkon rumah, menghabiskan malamku disini, sendiri! Meskipun dinginnya angin malam yang semakin menusuk kulit tapi aku masih tetap setia berdiri disini. Menikmati malam yang indah ini, langit yang bersih ditemani dengan bintang yang menghiasi indahnya langit.

Ingatkah kamu? Kita sering melewatkan malam bersama di balkon ini. Menikmati udara malam, melihat bintang yang bertaburan di langit sana.

Ingatkah kamu? Kamu pernah menjelaskan tentang rasi bintang kepadaku dan aku pun menyimaknya dengan sesekali mengangguk meskipun sebenarnya aku tidak begitu mengerti dengan penjelasanmu tentang rasi bintang itu. Aku hanya mencoba untuk mengerti seperti aku mengerti tentang dirimu, tentang kebiasaanmu, tentang kesukaanmu, tentang kamu, iyah semua hal yang ada di dirimu.

Ingatkah kamu? Dibalkon ini juga untuk pertama kalinya kau mengungkapkan rasamu padaku, rasa sayang yang berbeda - bukan rasa sayang kepada sahabatnya, katamu malu-malu. Rasa sayang terhadap lawan jenis - tambahmu.

"Aku sayang kamu lebih dari sahabat. Aku sayang kamu karena kamu wanita yang begitu mengerti aku" katamu pelan namun meyakinkanku.

Arrgghh, tahukah kamu? Malam itu aku begitu terkejut mendengar pengakuanmu itu. Aku tidak menyangka kamu yang pendiam dan terlihat cuek menyimpan rasa yang dalam padaku. Sebenarnya aku sudah lama menunggumu, menunggu kau ucapkan kalimat pamungkas itu dan malam itu akhirnya kamu pun mengungkapkannya. Aku terharu, aku senang, aku bahagia.

Ingatkah kamu? Setelah mengatakan perasaanmu itu kamu pernah menunjuk satu bintang dan berbisik mesra ditelingaku "bintang itu adalah aku, pandangilah ia jika suatu hari aku tak ada disampingmu".

Tapi malam ini tidak ada kamu disini. Aku sendiri. Sudah berbulan-bulan aku tidak menerima kabar darimu sejak kepergianmu itu.

Sudah berbulan-bulan aku hanya bisa memandangi langit sendiri, sendiri tanpa adanya kamu disisiku. Bercerita tentang rasi bintang.

Inilah aku tanpamu, rapuh - sepi dan selalu ingin menyendiri.

Aku tidak mau ada sosok lain yang menggantimu untuk menemaniku menikmati indahnya langit malam. Menikmati ramainya malam yang bertabur bintang.

Inilah aku tanpamu, gelap bagai malam tanpa bintang.

Bintangku hanya satu, bintang yang bersinar terang yang sedang ku pandangi sekarang. Sambil berucap lirih "Bintangku, kembalilah padaku".

********

344 kata untuk hari ini :)

4 Aku Benci Kamu Hari Ini

Wednesday, January 18, 2012

Aku meninggalkan Dino begitu saja tanpa harus mendengarkan penjelasan darinya, mungkin tidak untuk saat ini. Hatiku hancur, sakit, sedih bercampur aduk mengetahui dia bermain dibelakangku. Aku tidak tahu siapa wanita yang mengirimkannya sepucuk surat bersampul pink itu dan aku juga tidak tahu sejak kapan mereka melakukannya. Yang jelas sore ini aku begitu terkejut dibuatnya, sangat terkejut malah. Betapa tidak, hari ini adalah hari jadian kami - yang kedua - terpaksa harus mendapati dia bersurat-suratan degan orang lain.

Padahal jam makan siang tadi aku sudah menelfon cafe langganan kami, mereservasi tempat untuk special dateku bersama Dino malam ini. Tempat ini merupakan salah satu tempat fave kami untuk spend quality time bersama. Bicara banyak hal dari hati ke hati, bercerita tentang hari-hari yang kami lewati, bercerita tentang rencana kami dua tahun lagi dan banyak lagi hal menarik yang rasanya tidak pernah habis untuk dibahas satu persatu.

Aku sudah berada di lobby kantor Dino, dari kejauhan aku masih bisa mendengar teriakannya memanggilku. Memanggilku untuk berhenti dan mendengarkan penjelasannya, hingga seisi kantornya menoleh kepadaku dan mungkin bertanya kenapa aku terburu-buru seperti ini, tidak biasanya aku keluar dari kantor Dino sendiri karena kami akan selalu keluar bersama, Dino dengan mesra menggamit tanganku dan memanjakanku bak ratu hingga membuat teman-temannya selalu bersorak sorai memandangi kami. Ah, sungguh Dino itu sebenarnya romantis.

Aku begitu marah, aku cemburu, aku tidak suka dibohongi seperti ini. Kurasakan mukaku semakin panas dan sepertinya kelopak mataku terasa berat tapi aku menahannya, aku tidak mau menangis di hapadan mereka - di depan teman-teman kantor Dino. Kukayuh langkah semakin cepat untuk sampai di parkiran, membuka pintu mobil melemparkan tas ke jok belakang dan menutup pintu mobil dengan keras.

Air mata itu tidak bisa dibendung lagi, keluar mengalir begitu saja dan aku pun membiarkannya. Biarlah aku menangis biar sesak di dada ini hilang, aku tidak mau menyetir dengan keadaan emosi seperti ini. Setelah ku rasakan emosi sedikit mereda aku pun berniat untuk segera meninggalkan tempat ini. Ku ambil tas untuk mencari kunci mobil dan juga BB, "AKU BENCI KAMU HARI INI" satu kalimat yang semuanya ku tulis dengan huruf kapital menjadi statusku sore ini.

Berlalu meninggalkan areal parkiran kantor Dino, pergi tanpa tujuan akan kemana nantinya kukemudikan mobil biruku ini.

******

another galau 363 kata :)

3 Sepucuk Surat (bukan) Dariku

Tuesday, January 17, 2012

Dari jauh aku melihatnya, duduk di ruang kerjanya sambil membaca sebuah buku dan sesekali tersenyum, tidak bukan tersenyum biasa - sepertinya ada sesuatu yang sangat spesial dari buku tersebut. Perlahan aku mendekatinya, ditanganku ada puding kesukaannya, pagi tadi aku menyempatkan diri membuat puding sebelum berangkat kerja. Pagi ini aku bangun lebih awal, tiba-tiba saja ingin membuat puding dan memberikannya ke Dino selepas jam kerja.

Tidak seperti biasa juga aku mampir ke kantor Dino tanpa memberi tahunya terlebih dahulu, telfon, SMS ataupun BBM kali ini aku ingin memberikannya kejutan kecil. Hari ini hari jadian kami, dua tahun. Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, dan sejauh ini kami masih menikmati hari-hari dengan status seperti ini. Sejak pagi tadi aku memang sengaja untuk me-nonaktif-kan HP, memang tidak seperti biasanya aku melakukan ini. Mungkin sudah banyak pesan dari Dino, tidak seperti biasanya kan aku menghilang seperti ini. Lagian hari ini emang aku nggak mau diganggu, cukup sudah setumpuk laporan yang menggangguku sejak kemarin. Mungkin dengan me-nonaktif-kan HP aku bisa lebih serius dan cepat menyelesaikan laporan tersebut.

Lima langkah lagi aku akan sampai di meja kerjanya. Dan akan segera ku berikan kejutan kecil ini.

“Heiii Dear, apa kabar sore ini? Kangen kamuuuuuu, Bulat” teriakku dari kejauhan, tidak sanggup lagi untuk segera menyapanya.

Dino terlihat gugup sambil menjawab “b..ba..baik, kamu kemana aja sih Honey dari tadi aku mencarimu, cemas tauuk! Tak satupun SMS yang dibalas, pending. BBM juga. Ditelpon tapi yang ada si Fero yang berbicara. Aku bukan mau ngomong ama operator, Cintaaahh!” gerutunya. Lihat kan, dia ternyata memang mencariku.

Tangannya sambil sibuk membereskan ‘buku’ yang tadi dibacanya, yang membuatnya senyum-senyum sendiri.

“Iyah, maaf Dear, Cintaku, Bulatku, aku padamu deh. Cuma iseng dan ingin menjauh dari hiruk-pikuk dunia, untuk sesaat saja, Sayang. Lihat aku sekarang sudah di depanmu lagi kan? Aku disini untukmu, Sayang” jawabku sekenanya.

“Nih, sebagai gantinya karena udah buat kamu panik seharian, aku bawain puding buatanku, spesial buat kamu seorang, dibuat dengan resep cinta dan keringat kasih sayang” sambil menyodorkan puding yang sudah ku siapkan sejak pagi tadi.

“Oh ya, sekalian. Happy anniversary ya Bulatku. Makasih untuk 2 tahun yang indah ini” kataku manja padanya.

Sepertinya dia lupa akan hari spesial ini, tapi langsung dijawabnya “Sama-sama Honey, makasih juga untuk 2 tahun ini” tangannya masih sambil merapikan meja yang sebenarnya sudah rapi. Menyusun buku yang tadi dibacanya. Membuatku semakin penasaran ingin segera tahu apa sebenarnya yang membuatnya salah tingkah seperti ini.

Ku coba untuk meraih buku tersebut tapi Dino terus menghalangiku, mencoba mengalihkan perhatianku dengan mengambil puding yang sudah ku bawa “aku mau disuapin pudingnya dunk” rengeknya manja. Aku cuma menyodorkannya, dan haaaapp tanpa sengaja buku itu jatuh, ada amplop merah muda di dalamnya. Semakin penasaran aku pun merebutnya dan membaca siapa si Pengirim surat itu. Hatiku hancur, surat itu bukan dariku.

Sekarang, bukan dia yang terkejut melainkan aku. Pantas saja beberapa hari belakangan gelagat dia tidak seperti biasanya, semalam pun dia tidak mengucapkan selamat hari jadi padahal dia selalu mengingatnya bahkan tiap ulang bulan pun dia selalu yang terlebih dahulu mengucapkannya.

*****

500 kata niih :D

0 Ada Dia di Matamu

Pagi ini tak seperti biasanya, ada sesuatu yang membuatku teringat lagi kepadamu. Iyah, kamu yang dulu pernah mengisi hariku, pernah membuatku tersenyum dan merasa nyaman berada di dekatmu.

Pagi ini tak seperti biasanya kembali lagi aku ingin tahu tentang keberadaanmu, eksistensimu dan entah apalah itu namanya yang jelas aku ingin melihatmu tanpa harus mengatakan kepadamu jika aku mencarimu dan tanpa harus berkata aku merindukanmu.

Jangan tanya kenapa aku selalu mengingatmu walau aku selalu berusaha untuk melupakanmu tapi bayanganmu masih terus seperti mengikutiku, dekat dan seperti nyata. Jangan pernah menanyakan hal itu ya karena aku sendiri tidak punya jawabannya itu semua mungkin rahasia Sang Pemilik Dunia ini.

Pagi ini bayangan pertama kali bertemu kamu kembali muncul dihadapanku, tanpa ku undang dan tanpa bisa kuusir pergi. “Ya sudah, mungkin ini yang terakhir kali” batinku. Teringat kembali saat bercanda dengan kamu disudut ruang sekolah itu. Senyummu, juga celotehanmu. Sesekali manja dan merengek padamu yang selalu kau sambut lembut, Rasanya baru kemarin masa-masa itu. Tidak, aku salah. Tiga, lima, tujuh eh sudah sepuluh tahun berlalu rupanya. Waktu benar-benar cepat berlalu ya?

Ah ya aku ingat, semalam rupanya kamu hadir dimimpiku. Bertanya padaku “apa kabar?” yang dengan santai ku jawab “baik” kemudian hening dan bayanganmu berlalu, pergi, menghilang sama dengan dirimu yang tak kunjung kembali lagi. Tak pernah sekalipun kembali menemuiku untuk menyelesaikan pembicaraan kita yang gantung waktu itu. Tahukah kamu, aku masih menunggumu tapi sepertinya sudah tidak ada kesempatan lagi buatku.


Dua bulan yang lalu aku bertemu Ibu dan juga Adik kamu, tahu gak aku tanya apa ke mereka? Bertanya tentang kamu, iyah aku sok tegar tanya tentang kamu dihadapan mereka. Mereka hanya menjawab singkat “baik”. Dan kami ngobrol sejenak, mengalihkan pembicaraan tentang kamu.

Tak seharusnya pagi ini kulewati dengan membuka page jejaring sosial kamu, tak seharusnya aku mencari tahu tentang kamu lagi. Ini karena semalam kamu hadir lagi dimimpiki. Tapi biarlah kali ini izinanku melihat pagemu lagi ya, ini kulakukan demi tahu tentang kamu, tentang kamu yang ternyata memang sudah bersama dengan yang lain. Tidak, bukan baru kali ini sebenarnya aku membuka pagemu, tiap rindu menghampiri aku selalu memandangi gambarmu yang tanpa ada dia disampingmu tentunya. Berharap dalam waktu dekat bisa bertemu kamu dan mengungkapkan rasa rindu yang dalam ini. Tapi hari ini di page kamu itu aku melihat dia dengan keluarga kamu, artinya kamu emang sudah megenalkannya pada mereka, sudah saatnya aku benar-benar pergi.

Tidak ada tempat lagi buatku, bayangan dia dimatamu itu jelas jika kamu memilih dia. Jelas sudah kenapa kamu tidak pernah kembali dan menyelesaikan obrolan gantung kita itu. Ada dia di matamu. Tidak bisa lagi ku bercermin dan bermanja di depanmu. Dan aku pun harus kuat melangkah dan berlari pergi darimu.


******

442 kata :D

0 Tentang Ruang Katakuu

Monday, January 16, 2012
Hello World...

Saya lagi, saya lagi. Lagi lagi saya disini.
Sedang kecanduan untuk menulis, tepatnya belajar menulis flash fiction. Semoga dengan adanya blog ini membuat saya semakin cinta menulis. Semakin semangat dalam merangkai kata, tetap semangat untuk belajar menghasilkan rangkaian kata yang indah.

Wish me luck^^