Skip to main content

Posts

Sah!

"Sah?" terdengar suara Bapak setengah baya itu bertanya ke beberapa orang disekitarnya sesaat setelah kamu melafalkan kalimat sakral itu dengan satu tarikan nafas. Kalimat yang beberapa hari ini kamu hafalkan "takut salah nyebut nama kamu" katamu kemarin saat kita terakhir bertemu setelah sibuk mengurusi segala keperluan ini. Kala itu aku cuma mencubit lenganmu dengan gemas sambil berkata "emang kamu rencana mau nyebut nama lain yah sampe takut salah gitu?" Tanyaku. "Bukan begitu Princess, nama kamu kan panjang belum lagi nama Ayah kamu. Aku cuma takut salah aja gitu loohh, Darling" balasmu lagi. Eh iya juga ya, nama yang diberikan oleh Ayah emang lumayan panjang dan ribet belum lagi nama Beliau. Yah wajar saja kalau kamu berhati-hati, kamu kan juga orang yang perfeksionis. Dan hari ini kalimat yang sakral itu pun telah keluar dari mulutmu dengan satu tarikan nafas, tanpa harus mengulang lagi! Kereeen, kamu memang keren dan selalu bisa ku ban...

Inilah Aku Tanpamu

Aku masih setia menunggumu, masih sama seperti yang dulu. Rasa ini masih sama, masih untukmu - Bintang. Malam ini aku berdiri di balkon rumah, menghabiskan malamku disini, sendiri! Meskipun dinginnya angin malam yang semakin menusuk kulit tapi aku masih tetap setia berdiri disini. Menikmati malam yang indah ini, langit yang bersih ditemani dengan bintang yang menghiasi indahnya langit. Ingatkah kamu? Kita sering melewatkan malam bersama di balkon ini. Menikmati udara malam, melihat bintang yang bertaburan di langit sana. Ingatkah kamu? Kamu pernah menjelaskan tentang rasi bintang kepadaku dan aku pun menyimaknya dengan sesekali mengangguk meskipun sebenarnya aku tidak begitu mengerti dengan penjelasanmu tentang rasi bintang itu. Aku hanya mencoba untuk mengerti seperti aku mengerti tentang dirimu, tentang kebiasaanmu, tentang kesukaanmu, tentang kamu, iyah semua hal yang ada di dirimu. Ingatkah kamu? Dibalkon ini juga untuk pertama kalinya kau mengungkapkan rasamu padaku, rasa sayang y...

Aku Benci Kamu Hari Ini

Aku meninggalkan Dino begitu saja tanpa harus mendengarkan penjelasan darinya, mungkin tidak untuk saat ini. Hatiku hancur, sakit, sedih bercampur aduk mengetahui dia bermain dibelakangku. Aku tidak tahu siapa wanita yang mengirimkannya sepucuk surat bersampul pink itu dan aku juga tidak tahu sejak kapan mereka melakukannya. Yang jelas sore ini aku begitu terkejut dibuatnya, sangat terkejut malah. Betapa tidak, hari ini adalah hari jadian kami - yang kedua - terpaksa harus mendapati dia bersurat-suratan degan orang lain. Padahal jam makan siang tadi aku sudah menelfon cafe langganan kami, mereservasi tempat untuk special date ku bersama Dino malam ini. Tempat ini merupakan salah satu tempat fave kami untuk spend quality time bersama. Bicara banyak hal dari hati ke hati, bercerita tentang hari-hari yang kami lewati, bercerita tentang rencana kami dua tahun lagi dan banyak lagi hal menarik yang rasanya tidak pernah habis untuk dibahas satu persatu. Aku sudah berada di lobby kantor...

Sepucuk Surat (bukan) Dariku

Dari jauh aku melihatnya, duduk di ruang kerjanya sambil membaca sebuah buku dan sesekali tersenyum, tidak bukan tersenyum biasa - sepertinya ada sesuatu yang sangat spesial dari buku tersebut. Perlahan aku mendekatinya, ditanganku ada puding kesukaannya, pagi tadi aku menyempatkan diri membuat puding sebelum berangkat kerja. Pagi ini aku bangun lebih awal, tiba-tiba saja ingin membuat puding dan memberikannya ke Dino selepas jam kerja. Tidak seperti biasa juga aku mampir ke kantor Dino tanpa memberi tahunya terlebih dahulu, telfon, SMS ataupun BBM kali ini aku ingin memberikannya kejutan kecil. Hari ini hari jadian kami, dua tahun. Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, dan sejauh ini kami masih menikmati hari-hari dengan status seperti ini. Sejak pagi tadi aku memang sengaja untuk me- nonaktif -kan HP, memang tidak seperti biasanya aku melakukan ini. Mungkin sudah banyak pesan dari Dino, tidak seperti biasanya kan aku menghilang seperti ini. Lagian hari ini emang aku nggak mau digan...

Ada Dia di Matamu

Pagi ini tak seperti biasanya, ada sesuatu yang membuatku teringat lagi kepadamu. Iyah, kamu yang dulu pernah mengisi hariku, pernah membuatku tersenyum dan merasa nyaman berada di dekatmu. Pagi ini tak seperti biasanya kembali lagi aku ingin tahu tentang keberadaanmu, eksistensimu dan entah apalah itu namanya yang jelas aku ingin melihatmu tanpa harus mengatakan kepadamu jika aku mencarimu dan tanpa harus berkata aku merindukanmu. Jangan tanya kenapa aku selalu mengingatmu walau aku selalu berusaha untuk melupakanmu tapi bayanganmu masih terus seperti mengikutiku, dekat dan seperti nyata. Jangan pernah menanyakan hal itu ya karena aku sendiri tidak punya jawabannya itu semua mungkin rahasia Sang Pemilik Dunia ini. Pagi ini bayangan pertama kali bertemu kamu kembali muncul dihadapanku, tanpa ku undang dan tanpa bisa kuusir pergi. “Ya sudah, mungkin ini yang terakhir kali” batinku. Teringat kembali saat bercanda dengan kamu disudut ruang sekolah itu. Senyummu, juga celotehanmu. Sesek...

Tentang Ruang Katakuu

Hello World... Saya lagi, saya lagi. Lagi lagi saya disini. Sedang kecanduan untuk menulis, tepatnya belajar menulis flash fiction. Semoga dengan adanya blog ini membuat saya semakin cinta menulis. Semakin semangat dalam merangkai kata, tetap semangat untuk belajar menghasilkan rangkaian kata yang indah. Wish me luck^^